Jam tanganku menunjukkan pukul 07.00 waktu setempat. Sudah kurang lebih seminggu saya menempati pesantren UIN sunan Ampel ini, dan sudah biasa dengan kegiatan matrikulasi yang saya lakukan pada hari hari sebelumnya. Tak berfikir panjang, setelah semuanya siap, saya pun langsung bergegas menuju ruang teater fakultas dakwah untuk menghadiri acara matrikulasi. Dan Seperti biasanya juga, kami tidak langsung menuju acara formal matrikulasi, namun kegiaatan matrikulasi diawali dengan sarapan pagi. Memang tiap-tiap angkatan PBSB ini, sudah mengerti, bahwa dalam kegiatan matrikulasi ini adalah perbaikan gizi makanan. Tidak lain tidak bukan, yap, makanan yang disajikan adalah makanan yang didapatkan secara cuma cuma alias GRATIS.
Dari depan ruangan, ada dua pasang meja yang sudah disiapkan oleh para kakak kakak panitia, meja itu khusus untuk sang moderator dan pemateri nantinya, tampak dibalik vas bunga yang indah dihiasi dengan bunga plastik yang sudah berbulan bulan tak di bersihkan dengan petugas Kampus ini, jangankan dari dekat dari jauh saja bunga ini memang indah, namun dengan warna nya yang mencolok.teraebut, tampak debu debu lumayan tebal melengkapi keindaannya, di baliknya sudah siap sosok kakak moderator yang sudah standby di meja yang telah disediakan, sembari moderator membuka legiatan matrikulasi, pemateri hari ini pun memasuki ruangan. Pemandangan biasa saja saat saya memandang suasana, dari mulai moderator hingga pemateri. Sama dengan hari hari sebelumnya.
Namun, ketika pemateri memasuki ruangan ada yang aneh dan familiar sekali ketika saya memperhatikan raut wajah pemateri yang akan menyajikan materi hari ini. Seperti suatu hal yang sering terlihat namun sulit untuk dimaknai, apalagi di layar kaca. pernah saya melihat sosok pemateri ini namun ntah di acara tv apa.yah, mungkin di kampung halaman ku sinyal untuk menonton tv agak terganggu dan jarang sekali yang namanya jernih, pasti selalu ada semut semut yang berkeliaran di layar kacanya. Kadang bagus, itupun dapat di perkirakan kapan jadwal bagusnya. Dari sana, begitu jarang saya menonton tv, namun sosok ini masih menghantui benakku. Siapakah bapak yang berjanggut putoh kacamata ini. Dengan penampilan baju kerah Shanghai nya dibalut dengan jas hitam yang kokoh, ia seperti orang yang berperan pentingnya ng di fakultas ini, bahkan di kampus UIN Sunan Ampel Surabaya ini.
Sejenak fikiranku hilang ketika memerhatikan slide yang dipancarkan ke depan ruangan kala itu, sembari mendengarkan moderator membacakan curiculum vitae sang pemateri. Semakin saya berusaha fokus ke acara kala itu, semakin juga sosok pemateri menghantui untuk harus ditebak. Siapa dia?.
Tibalah saat nya dimana sang pemateri memperjalas indetitas yang sudah dipaparkan oleh moderator tadi. Dan dugaan ku benar.
Pemateri saya kali ini adalah Bapak Prof.Ali Aziz.
Beliau memang sering muncul di TV, tapi saya lupa dalan acara apa, kapan, dimana.m emang pertama tadi sulit untuk ku tebak, katena aku tidak membayangkan raut wajah dan kepalanya tidak ditutupi oleh kopiah nya seperti biasa di Tv. Mungkin kala itu dia agak bernampilan santai dihadapan para peserta matrikulasi saat itu. Tapi, ketika dia menggunakan songkok nasional nya uang begiyu hitam itu, pasti semua irang akan mengenalinya dan terbayang bayang akan siapa sosok seorang prof ali aziz. Ini .... Intinya beliau seroang yang terkenal. Tapi kebingungan ku bertambah lagi, kok ada saja seorang ptof yabg terkenal ini mau saja mengisi materi kepada kami kami ini, padahala kami ini hanyalah mahasiswa baru uang belum memiliki pengalaman banyak seperti beliau.mengapa ia menjadi pemateri kali ini,.? Sungguh membuat fikirannku untuk lebih rumit berfikir, kesana kemari dibuatnya..Terus saya ikuti perkembangan acara ini, dan ternyata beliau adalah guru besar di dalam fakultas saya ini. Yap, Fakultas dakwah dan komunikasi UIN sunan Ampel Surabaya.
Sesi demi sesi, saya ikuti segala arahan dan saya dengarkan segala saran beliau. Dan pada awal maeri pun, beliau mampu menghipnotis saya, ups! Bukan saya saja, namun seluruh peserta matrikulasi pada pagi itu pun terhipnotis dengan kata kata tentang tajam nya. Yaitu kami semua dibuat nya hobi untuk menulis, apapun itu. Ntah pengalaman, kisah sehari-hari, yang penting menulis. Tidak memaksa seberapa banyak nya kata kata dalam tulisan kami itu, intinya beliau menyuruh kami untuk menulis kejadian yang kami alami dimanapun kapanpun apapun itu. TULISLAH. Karena disamping itu juga beliau adalah penulis yang sangat masyhur dan juga handal, siapa sih yang nggak kenal sama buku tentang "Solat Bahagia"?
Dan saat itu juga beliau berwasiat kepada kami, dan tidak akan pernah saya lupakan dalam hidup saya, yaitu, "Dengan tulisan kita bisa mengubah dunia, dan karna tulisan adalah media, dimana tidak akan hilang dan terlupakan." Saat itu langsung terbersit di otakku akan pepatah Arab saat masa Mts dahulu. "Al-ilmu soydun, Wal KITABATU QoyduHU." Karena ilmu itu adalah buruan dan TULISAN adalah Pengikatnya. Waw, begitu ber- Relasi.
That's great moment, ketika seorang penulis terkenal menghipnotis untuk jadi pengikutnya, tapi dalam konteks menulis yahh.....
Ntah mantra apa yang di palai prog ali aziz untuk bisa membuat saya bergairah untuk menulis tulisan ini, yah walaupun tulisan ini tidak sebaik dan sebanyak tulisan para penulis penulis terkenal lainnya. Tapi jika dibandingkan dengan seorang sosok Muhammad Khadafi, tulisan ini sudah bisa membuat luar biasa diri saya. Karena mengapa luar biasa? Yah, karena saya teringat pada pemateri sebelumnya, bahwa dia mengatakan, orang yang luar biasa itu adalah orang yang luar biasa. Dan ini mengejutkan bagi saya, karena saya tergerak untk menulis.
Semoga ini menjadi awal yang baik untuk bisa mengantarakan saya kedepannya jadi lebih baik dalam hal menulis. Terlebih lebih untuk sikse dalam hal banyak lainya
Sungguh, kini saya sadari bahwa semua orang punya potensi untuk menulis.tidak melihat seberapa bagus tulisan seberapa bnyak tulisan . Yang penting TULUS dan TULISLAH.
Terimkasih pak prof. Karena baru kali ini saya tergerak untuk menulis....
Sungguh mengubahh...


3 Komentar
Saya sudah banyak baca tentang prof.Ali Aziz. Apalagi blog nya. Keren abisss
BalasHapusSaya sudah banyak baca tentang prof.Ali Aziz. Apalagi blog nya. Keren abisss
BalasHapusPertemuannya kayak jumpasama fansyahhh
BalasHapus